MEDIA massa kok bisa nya mem blow up berita? coba buat berita yg berimbang. kalau kekurangan nara sumber sebaiknya jgn dimuat karena berat sebelah. apakah ada wartawan surya yg meliput langsung ke uni emirat arab? Saya adalah salah satu karyawan perusahaan yang di sebutkan di media tersebut yang bekerja di Doha-Qatar dan kebetulan salah satu dari korban kecelakaan tersebut masih satu base dengan saya. Jumlah mereka adalah 8 orang plus 1 driver dalam satu kendaraan. Mereka di Abu Dhabi dalam rangka Training untuk Junior Field Engineer dan kerjadian tersebut pada saat mereka pulang dari Safari of Road, mobil mereka Roll over di Highway yang tentu saja berakibat fatal karena mobil yang di tumpangi oleh mereka mengalami pecah ban.
Jadi please jangan lah membuat berita simpang siur yang tidak jelas dan menimbulkan dampak yang kurang baik. Kalu pun beritanya anda dapatkan dari mulut ke mulut sebaiknya di konfirmasi terlebih dahulu. Atau kalau memang ada korespondensi Media anda di Abu Dhabi akan lebih baik dan lebih professional saya kira...

Coba baca tulisan media Surya yg menulis judulnya bahwa "Korban dibunuh" ...Mas mbok ya anda ini menulis berita yg tepat tajam dan di percaya jangan asal nulis biar laku....

 1. <a ref=”http://www.surya.co.id/web/index.php/Umum_-_Politik/Korban_Pembunuhan_Sempat_Janji_Sambangi_Kampus.html”>”Berita Ngawur 1” </a>

 

2. <a ref=”http://www.surya.co.id/web/index.php/Headline/Sarjana_ITS_Dibunuh.html”>”Berita Ngawur 2” </a>

 

3. <a ref=”http://www.surya.co.id/web/index.php/Umum_-_Politik/Kasus_Tewasnya_Sarjana_ITS_di_Abu_Dhabi_Keluarga_Tempuh_Upaya_Hukum.html”>”Berita Ngawur 3” </a>

 

Ada juga yang ikut2an memberitakan  http://www.metrotvnews.com/berita.asp?id=54374




sheravim wrote on Mar 1, edited on Mar 1
:) biasanya memang gitu....yang namanya media lebih mentingkan bombastisnya cerita drpd mikirin perasaan korban :) :). kembali lg pada orientasi media, apakah mereka mempunyai idealisme sendiri dlm pemberitaan atau hanya ngejar oplah aja....
kasepuhan wrote on Mar 1
:) biasanya memang gitu....yang namanya media lebih mentingkan bombastisnya cerita drpd mikirin perasaan korban :) :). kembali lg pada orientasi media, apakah mereka mempunyai idealisme sendiri dlm pemberitaan atau hanya ngejar oplah aja....
Iya neh dampak media sangat crusial sekali bila tidak di tempatkan pada porsi yang semestinya... Kita juga mengakui bila membaca Headline disalah satu surat kabar otomatis kita langsung tertarik untuk membacanya. Para artis juga pada cere gara2 media juga kali...:D :-p
dakusnandar wrote on Mar 2
Mungkin media massa beranggpan, semakin heboh judul berita semakin menarik perhatian pembaca.
itemkurus wrote on Mar 3
Menempuh hak jawab kadang terasa melelahkan. Sudah terbayang respon yang minimal, perubahan yang ga kunjung tampak, dll. Tapi saya tetep nyaranin mas Yoenz mencoba cara itu. Itung-itung sedekah untuk kemajuan pers nasional.
Iya sih, media di negara kita meski kepemilikannya sudah mnc cara kerjanya masih banyak yang kampungan.
kasepuhan wrote on Mar 3
Mungkin media massa beranggpan, semakin heboh judul berita semakin menarik perhatian pembaca.
ya memang disitu mas cuma headline yang ditampilkan terlalu berlebihan
kasepuhan wrote on Mar 3
Menempuh hak jawab kadang terasa melelahkan. Sudah terbayang respon yang minimal, perubahan yang ga kunjung tampak, dll. Tapi saya tetep nyaranin mas Yoenz mencoba cara itu. Itung-itung sedekah untuk kemajuan pers nasional.
Iya sih, media di negara kita meski kepemilikannya sudah mnc cara kerjanya masih banyak yang kampungan.
Mas terima kasih masukannya...Saya on behalf of Schlumberger merasa terusik dengan Headline dan berita yang terlalu berlebihan. Masalah safety kita nomor satu. Jadi semua yang tidak compliant dengan aturan safety ya begini akibatnya. dari 7 orang yang selamat di terminated karena tidak mengingatkan rekan nya.
Kecurigaan orang tua Leny saya hargai, hanya penyaji berita seharusnya lebih proporsional dalam penyampaiannya. Memang dulu pers sangat mandul karna di bawah kontrol Depen tapi sekarang sudah kebablasan...
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help